Green download buttons show languages that already have translated subtitle files.
Abkhaz
Georgia
Acehnese
Indonesia
Afar
Ethiopia
Afrikaans
South Africa
Albanian
Albania
Alur
Uganda
Amharic
Ethiopia
Arabic
United Arab Emirates
Armenian
Armenia
Assamese
India
Avar
Russia
Awadhi
India
Aymara
Bolivia
Azerbaijani
Azerbaijan
Balinese
Indonesia
Baluchi
Pakistan
Bambara
Mali
Baoulé
Côte d'Ivoire
Bashkir
Russia
Basque
Spain
Batak Karo
Indonesia
Batak Simalungun
Indonesia
Batak Toba
Indonesia
Belarusian
Belarus
Bemba
Zambia
Bengali
Bangladesh
Betawi
Indonesia
Bhojpuri
India
Bikol
Philippines
Bosnian
Bosnia and Herzegovina
Breton
France
Bulgarian
Bulgaria
Buryat
Russia
Cambodian
Cambodia
Cantonese
Hong Kong
Catalan
Andorra
Cebuano
Philippines
Chamorro
Guam
Chechen
Russia
Chichewa
Malawi
Chinese (Simplified)
People's Republic of China
Chinese (Traditional)
Taiwan, Province of China
Chuukese
Micronesia
Chuvash
Russia
Corsican
Colombia
Crimean Tatar
Ukraine
Croatian
Croatia
Czech
Czech Republic
Danish
Denmark
Dari
Afghanistan
Dhivehi
Maldives
Dinka
South Sudan
Dogri
India
Dombe
Angola
Dutch
Netherlands
Dyula
Burkina Faso
Dzongkha
Bhutan
English
United Kingdom
Esperanto
Estonian
Estonia
Ewe
Ghana
Faroese
Faroe Islands
Fijian
Fiji
Filipino
Philippines
Finnish
Finland
Fon
Benin
French
France
Frisian
Netherlands
Friulian
Italy
Fulani
Guinea
Ga
Ghana
Galician
Greenland
Georgian
Georgia
German
Germany
Greek
Greece
Guarani
Paraguay
Gujarati
India
Haitian Creole
Haiti
Hakha Chin
Myanmar
Hausa
Nigeria
Hawaiian
United States of America
Hebrew
Israel
Hiligaynon
Philippines
Hindi
India
Hmong
Hungarian
Hungary
Hunsrik
Brazil
Iban
Malaysia
Icelandic
Iceland
Igbo
Nigeria
Ilocano
Philippines
Indonesian
Indonesia
Irish
Ireland
Italian
Italy
Jamaican Patois
Jamaica
Japanese
Japan
Javanese
Indonesia
Jingpo
Myanmar
Kalaallisut
Greenland
Kannada
India
Kanuri
Nigeria
Kapampangan
Philippines
Kazakh
Kazakhstan
Khasi
India
Kiga
Uganda
Kinyarwanda
Rwanda
Kirundi
Burundi
Kituba
Democratic Republic of the Congo
Kokborok
India
Komi
Russia
Kongo
Democratic Republic of the Congo
Konkani
India
Korean
South Korea
Krio (Sierra Leone)
Sierra Leone
Kurdish
Iraq
Kurdish (Soranî)
Iraq
Kyrgyz
Kyrgyzstan
Laothian
Lao People's Democratic Republic
Latgalian
Latvia
Latin
Holy See (Vatican City State)
Latvian
Latvia
Ligurian
Italy
Limburgish
Netherlands
Lingala
Democratic Republic of the Congo
Lithuanian
Lithuania
Lombard
Italy
Luganda
Uganda
Luo
Kenya
Luxembourgish
Luxembourg
Macedonian
The Republic of North Macedonia
Madurese
Indonesia
Maithili
India
Makassar
Indonesia
Malagasy
Madagascar
Malay
Malaysia
Malay (Jawi)
Malaysia
Malayalam
India
Maltese
Malta
Mam
Guatemala
Manx
Isle of Man
Maori
New Zealand
Marathi
India
Marshallese
Marshall Islands
Marwadi
India
Mauritian Creole
Mauritius
Meadow Mari
Russia
Meiteilon (Manipuri)
India
Minang
Indonesia
Mizo
India
Mongolian
Mongolia
Myanmar (Burmese)
Myanmar
Nahuatl (Eastern Huasteca)
Mexico
Ndebele (South)
Zimbabwe
Nepalbhasa (Newari)
Nepal
Nepali
Nepal
Northern Sotho
South Africa
Norwegian
Norway
Nuer
South Sudan
Occitan
France
Oriya
India
Oromo
Ethiopia
Ossetian
Georgia
Pangasinan
Philippines
Papiamento
Curaçao
Pashto
Afghanistan
Persian
Islamic Republic of Iran
Polish
Poland
Portuguese (Brazil)
Brazil
Portuguese (Portugal)
Portugal
Punjabi
India
Punjabi (Shahmukhi)
Pakistan
Quechua
Peru
Romani
Romanian
Romania
Russian
Russian Federation
Sami (North)
Norway
Samoan
American Samoa
Sango
Central African Republic
Sanskrit
India
Santali
India
Scots Gaelic
Scotland
Serbian
Serbia
Sesotho
Lesotho
Setswana
Botswana
Seychellois Creole
Seychelles
Shan
Myanmar
Shona
Zimbabwe
Sicilian
Italy
Silesian
Poland
Sindhi
Pakistan
Sinhalese
Sri Lanka
Slovak
Slovakia
Slovenian
Slovenia
Somali
Somalia
Spanish
Spain
Sundanese
Indonesia
Susu
Guinea
Swahili
Kenya
Swati
Eswatini
Swedish
Sweden
Tahitian
French Polynesia
Tajik
Tajikistan
Tamazight
Morocco
Tamazight (Tifinagh)
Morocco
Tamil
Sri Lanka
Tatar
Russian Federation
Telugu
India
Tetum
Timor-Leste
Thai
Thailand
Tibetan
China
Tigrinya
Eritrea
Tiv
Nigeria
Tok Pisin
Papua New Guinea
Tonga
Tonga
Tshiluba
Democratic Republic of the Congo
Tsonga
South Africa
Tulu
India
Tumbuka
Malawi
Turkish
Türkiye
Turkmen
Turkmenistan
Tuvan
Russia
Twi
Ghana
Udmurt
Russia
Uighur
People's Republic of China
Ukrainian
Ukraine
Urdu
Pakistan
Uzbek
Uzbekistan
Venda
South Africa
Venetian
Italy
Vietnamese
Vietnam
Waray
Philippines
Welsh
Wales
Wolof
Senegal
Xhosa
South Africa
Yakut
Russia
Yiddish
Yoruba
Nigeria
Yucatec Maya
Mexico
Zapotec
Mexico
Zulu
South Africa
Subtitle preview
First 50 subtitle cues from On Modern Servitude (2010).srt
50 cues
#1
BAGIAN I:
PRASASTI
#2
"Optimisme saya berdasarkan kepastian
bahwa peradaban ini akan runtuh.
Pesimisme saya terletak pada hal-hal
yang menyeret kita jatuh dalam keruntuhan."
#3
BAGIAN II:
PERBUDAKAN SUKARELA
#4
"Ini adalah waktu wabah,
ketika orang gila menuntun orang buta."
#5
Perbudakan modern bersifat sukarela
#6
disetujui oleh sekumpulan budak-budak yang berkeliaran di seluruh bumi.
#7
Mereka sendiri membeli komoditas yang setiap harinya memperbudak mereka.
#8
Para budak memperoleh pekerjaan yang membuat mereka terasing bahkan dijinakkan.
#9
Mereka sendiri, memilih tuan yang akan mereka patuhi.
#10
Karena tragedi tak masuk akal yang sedang dimainkan ini malah menciptakan ketidakpedulian atas eksploitasi dan alienasi terhadap diri mereka sendiri.
#11
Lihatlah modernitas aneh di masa ini.
#12
Seperti halnya dengan para budak di masa lampau
#13
budak dari Abad Pertengahan atau kelas pekerja Revolusi Industri yang pertama,
#14
hari ini kita menyaksikan kelas-kelas yang muncul telah benar-benar diperbudak.
#15
Perbedaannya adalah bahwa mereka tidak tahu, atau menurut mereka lebih baik memilih untuk mengabaikannya.
#16
Mereka gagal untuk mengenali satu senjata yang tersedia untuk melepaskan diri dari perbudakan:
#17
pemberontakan.
#18
Para budak menerima tanpa bertanya atas kehidupan menyedihkan yang dibuat atas nama mereka.
#19
Sikap apatis dan pasrah adalah sumber kemalangan bagi mereka.
#20
Lihatlah mimpi buruk dari perbudakan modern;
#21
dimana satu-satunya aspirasi harus tersapu oleh tarian mengerikan dari mesin alienasi.
#22
Penindasan menjadi topik utama kekacauan dimana-mana yang menyembunyikan kondisi perbudakan kita.
#23
Mengungkapkan kenyataan sebagaimana adanya dan bukan sebagai kekuatan yang merepresentasikan
hal tersebut, merupakan subversi paling otentik.
#24
Satu-satunya kebenaran ialah revolusi.
#25
BAGIAN III:
PERENCANAAN KOTA DAN PERUMAHAN
#26
"Urbanisme (perencanaan kota) adalah metode kapitalisme untuk mengambil alih alam dan lingkungan hidup manusia.
#27
Mengikuti perkembangan logis menuju dominasi total,
kapitalisme sekarang bisa dan harus mengubah lagi
totalitas ruangnya menjadi hiasan khusus bagi dirinya."
#28
Para budak membangun dunia mereka dengan kekuatan yang teralienasi dari pekerjaan mereka,
#29
dunia didekorasi menjadi penjara dan mereka dipaksa untuk menghuninya,
#30
sebuah dunia kumuh yg kurang rasa dan aroma,
#31
sebuah tempat untuk kesengsaraan yang melekat dalam modus dominan produksi.
#32
Dekorasi ini dalam keadaan konstruksif yang abadi
#33
di dalamnya tidak ada yang konstan.
#34
Desain ulang yang tiada henti terhadap ruang yang mengelilingi kita dibenarkan oleh amnesia umum
#35
dan ketidakamanan penduduk yang harus hidup dengannya.
#36
Tujuan sistem ini adalah untuk mengubah segala sesuatunya ke dalam pencitraan (imaji):
#37
setiap hari dunia menjadi kotor dan ribut, seperti pabrik.
#38
Setiap inci tanah di dunia ini adalah milik negara atau individu.
#39
Pencurian sosial ini terjadi melalui akuisisi lahan
#40
yang kemudian termanifestasi oleh hadirnya dinding, pagar, pembatas dan rintangan.
#41
Ini merupakan tanda-tanda yang terlihat atas kesenjangan yang telah menyerang segalanya.
#42
Penyatuan ruang untuk tujuan komersial, bagaimanapun,
#43
adalah tujuan utama zaman menyedihkan kita ini.
#44
Dunia harus menjadi jalan raya yang besar dan efisien
#45
dalam rangka memfasilitasi pengangkutan barang dagangan.
#46
Setiap hambatan, manusia atau alam, harus dimusnahkan.
#47
Konsentrasi tidak manusiawi terhadap perbudakan modern adalah
#48
dikuranginya ruang publik dalam kehidupan mereka dan pada akhirnya membangkitkan kandang, penjara dan gua.
#49
Tetapi berbeda dengan budak atau tahanan,
#50
budak modern justru membayar untuk kandangnya sendiri.